Patrick AMP Manurung
Tulisan, arsip, kerja kebudayaan, serta beberapa kecenderungan lain: hidup berkeluarga, berpikir komunal, dan diam-diam agak agraris.
Tentang
Sebagian besar hari saya berlangsung di antara teks dan ingatan — membaca, mencatat, menjahit konteks, menanggapi percakapan. Orang menyebutnya penulisan, pengarsipan, kerja kebudayaan. Saya rasa itu tidak salah, walau kenyataannya lebih berantakan dan lebih menarik dari itu.
Perhatian saya banyak tertuju pada arsip, manuskrip, sejarah, buku, fotografi, dan berbagai bentuk penyusunan konteks. Saya senang pada hal-hal yang perlu dibaca ulang, dijahit kembali, atau diterangkan dengan sabar agar tidak hilang ditelan kebisingan.
Di luar itu, saya juga cukup setia pada beberapa kecenderungan lain: hidup berkeluarga, berpikir komunal, dan memelihara naluri agraris secara diam-diam — bukan karena ingin melarikan diri dari modernitas, tetapi karena saya curiga dunia tetap membutuhkan manusia yang masih percaya pada kebersamaan, ketekunan, dan sesuatu yang bisa ditanam.
Tulisan
- Paradoks Kepadatan: Membaca Peta Ekonomi Indonesia
- Pustaha dan Ingatan Kolektif Masyarakat Batak
- Subak: Ketika Irigasi Menjadi Kosmologi
- Semiotika Teks: Tradisi Tulis Batak dan Jawa Kuno